Kerja Bengkel dan Gambar Teknik
| 4.1 Mendemonstrasikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berdasarkan OSHA, dalam bentuk poster dan kondisi riil di bengkel |
| 1.1 Melakukan pencegahan penyakit akibat kerja |
| 1.2 Menggunakan beberapa jenis peralatan kerja bengkel. |
| 4.4 Membuat macam macam sambungan kabel |
| 4.5 Membangun instalasi listrik sederhana |
| 4.6 Melaksanakan aturan dalam pencegahan bahaya listrik. |
| 4.7 Melakukan soldering komponen pada PCB dan desoldering. |
| 4.8 Membuat boks peralatan elektronika sesuai pesanan. |
| 4.9 Membuat layout PCB dengan methoda langsung (direct etching) |
| 4.10 Mendemontrasikan diagram rangkaian (reverse engineering) dari papan rangkaian tercetak (PCB) |
| 4.11 Mempratikkan sistem pengawatan dan pengkabelan untuk rangkaian elektronika. |
| 4.12 Membuat lay out (tata letak) peralatan bengkel elektronika. |
| 4.13 Menggunakan ukuran kertas gambar, dan peralatan gambar teknik. |
| 4.14 Membuat Kepala Gambar sesuai ukuran kertas gambar yang dibutuhkan. |
| 4.15 Menggambar kontruksi geometris : isometrik, dimetrik, perspektif, proyeksi miring. |
| 4.16 Menggambar proyeksi dan gambar potongan boks pesawat elektronika. |
| 4.17 Menggambar simbol symbol komponen listrik dan elektronika |
| 4.18 Menggambar instalasi listrik dan rangkaian elektronika dengan methoda : point to point, line less, high way, base line, logika, blok diagram. |
| 4.19 Menggambar papan rangkaian tercetak (PRT) lapis tunggal (single layer) secara manual berdasarkan diagram rangkaian pada kertas kalkir. |
| 4.20 Menggambar papan rangkaian tercetak (PRT) lapis tunggal (single layer) dan double layer menggunakan program aplikasi penggambaraan PRT ( Eagle, Live wire, Multisims atau sejenisnya) berdasarkan gambar rangkaian |
| 4.21 Mengimplementasikan software aplikasi pada editing gambar rangkaian |
| 4.22 Membuat gambar instalasi listrik dengan menggunakan software aplikasi Fluidsims (atau sejenisnya) |
| 4.23 Memperbaiki hasil evaluasi editing gambar papan rangkaian tercetak (PRT/PCB) lapis tunggal (single layer), ganda (double layer) |
| Dasar Listrik dan Elektronika |
| 4.1 Mengukur peralatan kelistrikan dengan besaran dari “SI units” pada kelistrikan |
| 4.2 Memasang komponen listrik sesuai dengan spesifikasi data |
| 4.3 Menerapkan hukum–hukum kelistrikan dan elektronika |
| 4.4 Menggunakan alat-alat ukur listrik dan elektronika |
| 4.5 Menggunakan peralatan pengaman pada instalasi listrik dan elektronika |
| 4.6 Melakukan perbaikan dari hasil evaluasi terhadap peralatan pengaman instalasi listrik dan elektronika |
| 4.7 Mengukur rangkaian seri, parallel dan campuran dari tahanan dan tegangan |
| 4.8 Mengelompokkan sistem kemagnetan berdasarkanprinsip rangkaian DC dan rangkaian AC |
| 4.9 Menggunakan sumber tegangan listrik (baterai, aki, sel surya, genset) |
| 4.10 Mengukur komponen pasif |
| 4.11 Mengukur komponen aktif |
| 4.12 Mengukur parameter gelombang arus bolak balik |
| 4.13 Melakukan praktek pengukuran parameter komponen rangkaian pada arus bolak balik |
| 4.14 Mendemontrasikan rangkaian filter frekuensi |
| 4.15 Mengukur karakteristik komponen diode |
| 4.16 Mendemontrasikan aplikasi diode |
| 4.17 Mengukur penguatan arus dan tegangan pada transistor |
| 4.18 Menguji kerja rangkaian elektronika digital |
| 4.19 Menerapkan macam-macam sensor dan transducer |
| 4.20 Mendemonstrasikan kerja alat ukur listrik dan elektronik |
| 4.21 Melakukan perbaikan dari hasil evaluasi pengukuran alat ukur listrik dan elektronik |
| Teknik Pemrograman, Mikroprosesor dan Mikrokontroller |
| 4.1 Membuat urutan pemecahan masalah dengan menggunakan diagram alir |
| 4.2 Membuat program dalam menyelesaikan masalah dengan Menggunakan bahasa C |
| 4.3 Membuat program aplikasi sederhana dengan menggunakan konstanta, variable, operator dan perintah input/output |
| 4.4 Mendemonstrasikan program aplikasi sederhana dengan menggunakan control statemen, dan perintah input/output di layar monitor(open loop) |
| 4.5 Mendemonstrasikan program aplikasi sederhana dengan menggunakan control statemen, dan perintah input/output di layar monitor(open loop) |
| 4.6 Mendemontrasikan program aplikasi yang menggunakan penempatan kursor di layer monitor dan perintah input/output, dan perintah input/output di layar |
| 4.7 Merancang program yang menggunakan sub program dalam program aplikasi |
| 4.8 Membuat program dengan teknik penggunaan variable array dan file data |
| 4.9 Mendemontrasikan membuat program berbasis grafik |
| 4.10 Membuat blok diagram Arsitektur Mikroprosesor dan Mikrokontroller |
| 4.11 Memilah organisasi memori Mikroprosesor dan mikrokontroler |
| 4.12 Melakukan pemrograman Mikroprosesor dan mikrokontroler |
| 4.13 Mengontrol input dan output port untuk Menyalakan LED, Seven Segment dan LCD Matrik |
| 4.14 Mengambil dan mengolah data analog dari sensor tegangan dan suhu. |
| 4.15 Menyempurnakan program pada input/output port |
| 4.16 Memodifikasi letak kesalahan pada program input output |
| Ø Mikroprosesor dan Mikrokontroler |
| 4.1 Membuat blok diagram arsitekur mikroprosesor |
| 4.2 Menjelaskan prinsip kerja sistem minimum mikroprosesor |
| 4.3 Menjelaskan komponen pendukung sitem minimum mikroprosesor |
| 4.4 Menggunakan instruki-instruksi (instruction set) mikroprosesor |
| 4.5 Menggunakan Bahasa pemrograman mikroprosesor |
| 4.6 Melaksanakan proses debugging pemrograman mikroprosesor |
| 4.7 Membuat program aplikasi sederhana sistem minimum mikroprosesor |
| 4.8 Membuat program aplikasi sederhana sistem pengendali dengan mikroprosesor |
| 4.9 Menjelaskan arsitectur (rancang bangun) mikrokontroler r |
| 4.10 Menjelaskan prinsip kerja sitem minimum mikrokontroler |
| 4.11 Menjelaskan komponen pendukung sitem minimum mikrokontroler |
| 4.12 Menggunakan instruksi-instruksi (instruction set) mikrokontroler |
| 4.13 Menggunakan Bahasa pemrograman mikrokontroler |
| 4.14 Melaksanakan proses debugging pemrograman mikrokontroler |
| 4.15 Membuat program aplikasi sederhana sistem minimum mikrokontroler |
| 4.16 Membuat program aplikasi sederhana sistem pengendali dengan mikrokontroler |
| 4.17 Membuat program aplikasi sederhana dengan mikrokontroler |
| Penerapan Rangkaian Elektronika |
| 4.1 Membuat rangkaian dengan menggunakan FET dan MOSFET sebagai penguat daya |
| 4.2 Menguji Komponen sensor |
| 4.3 Menguji Komponen Transduser rangkaian elektronika |
| 4.4 Menguji karakteristik, parameter penguat operasional |
| 4.5 Menguji rangkaian filter |
| 4.6 Mendemonstrasikan pemakaian rangkaian pengatur nada |
| 4.7 Menguji penguat operasional pada rangkaian elektronika aritmatik dan kegunaan khusus |
| 4.8 Menguji rangkaian pembangkit gelombang sinus |
| 4.9 Mendemontrasikan pemakaian pembangkit gelombang non
sinus |
| 4.10 Menguji macam-macam rangkaian elektronika digital |
| 4.11 Membuat rangkaian digital kombinasi |
| 4.12 Membuat macam-macam rangkaian shift register |
| 4.13 Mengoperasikan rangkaian penghitung (counter) |
| 4.14 Mendemonstarsikan konsep teknologi Programmable Logic
Devive (PLD) |
| 4.15 Menguji Rangkaian Elektronika Daya dengan menggunakan
Thyristor |
| 4.16 Menguji rangkaian pengatur intensitas cahaya (Dymmer) |
| 4.17 Menguji Rangkaian Inverter DC to AC |
| 4.18 Menguji Rangkaian Inverter DC to DC Simetris |
| 4.19 Menguji Rangkaian Konverter Buck dan Boost |
| 4.20 Menguji rangkaian sumber tegangan dan arus konstan (catu daya) mode linier |
| 4.21 Menguji rangkaian catu daya mode non-linier (Switched Mode Power Supplies-SMPS) |
| 4.22 Menguji prinsip kerja rangkaian Uninterruptible Power Supplies (UPS) |
| 4.23 Menguji rangkaian elektronik untuk mengelola penggunaan daya sistem pembangkit listrik
tenaga surya (PLTS) rumah mandiri |
| 4.24 Mendemontrasikan cara kerja rangkaian konversi D to A dan A to D |
| 4.25 Merancang rangkaian PWM(Pulse Width Modulation) untuk pemancar dan penerima remote
control |
| 4.26 Membuat rangkaian kontrol elektronik untuk sistem keamanan rumah dan kendaraan |
| Sistem Pengendali Elektronik |
| 4.1 Membuat gambar blok diagram teknik kontrol terbuka (open loop) dan kontrol tertutup (close loop). |
| 4.2 Membuat rangkaian pengatur model P (proporsi), dengan menggunakan penguat operasional operational amplifier) |
| 4.3 Membuat rangkaian pengatur model I (Integration), dengan menggunakan penguat
operasional (operational amplifier) |
| 4.4 Membuat rangkaian pengatur model D (Defferential), dengan menggunakan penguat
operasional (operational amplifier) |
| 4.5 Membuat rangkaian kontrol dengan komponen elektro mekanikal/relay |
| 4.6 Membuat rangkaian pengatur model P D (Proportion Defferential), dengan menggunakan penguat operasional (operational amplifier) |
| 4.7 Membuat rangkaian pengatur model P I (Proportion Integration, Defferential), dengan menggunakan penguat operasional (operational amplifier) |
| 4.8 Membuat rangkaian pengontrol suhu dengan menggunakan penguat operasional (operational
amplifier) |
| 4.9 Membuat rangkaian pengatur kecepatan putaran motor dc dengan menggunakan penguat operasional (operational amplifier) |
| 4.10 Membuat rangkaian proteksi beban lebih (over load protection) dengan menggunakan penguat
operasional (operational Amplifier) |
| 4.11 Membuat rangkaian pembangkit gelombang kotak , segitiga dan sinus dengan menggunakan
penguat operasional (operational amplifier) |
| 4.12 Membuat rangkaian pembangkit gelombang pulsa witdh mudolation dengan menggunakan penguat operasional (operational amplifier) |
| 4.13 Membuat rangkaian pembangkit gelombang pulsa witdh mudolation dengan menggunakan penguat operasional (operational amplifier), untuk pengontrol kecepatan motor ac. |
| 4.14 Menguji dan mengukur kerja rangkaian konvertor A/D (Analog to Digital) dan D/A (Digital to Analog) |
| 4.15 Membuat / merangkai konvertor A/D (Analog to
Digital),dengan jaringan resistor. |
| 4.16 Membuat / merangkai kenvertor A/D (Analog to Digital), dengan Operaational Amplifier (op-amp) |
| 4.17 Membuat / merangkai Konvertor A/D (Analog to Digital) dengan pencacah (counter) yang di umpan balikkan (feedback) |
| 4.18 Menjelaskan prinsip kerja rangkaian pengendali terbuka (open loop) secara digit, |
| 4.19 Menjelaskan prinsip rangkaian pengendali tertutup (close loop) secara digit, |
| 4.20 Mengukur dan menguji pengendalian secara analog dan pengendalian secara digit |
| 4.21 Menjelaskan prinsip kerja pengendali sistem secara digit. |
| 4.22 Menginstalasi sistem pengendalian secara digit dengan menggunakan komputer |
| 4.23 Menjelaskan prinsip kerja pengendalian numerik. |
| 4.24 Membuat gambar blok diagram teknik kontrol |
| 4.25 Membuat rangkaian Teknik kontrol elektronika dengan sistem loop terbuka dan Teknik loop tertutup |
| 4.26 Menguji kerja rangkaian kontrol menggunakan komponen elektronika |
| 4.27 Membuat sistem komunikasi data pada sistem kontrol. |
| 4.28 Membuat rangkaian kontrol dengan komponen elektro mekanik/relay |
| 4.29 Membuat struktur dan bagian PLC |
| 4.30 Membuat rangkaian PLC sebagai alat pengontrol sebuah sitem (controller) |
| 4.31 Membuat rangkaian kontrol dengan komponen elektro pnuematic. |
| 4.32 Membuat rangkaian kontrol dengan komponen hydraulic. |
| 4.33 Menguji rangkaian kontrol yang terdiri dari PLC, pnuematic dan hydraulic. |
| Sistem Pengendali Elektronik |
| 4.1 Memahami konsep fisika dasar yang berkaitan dengan udara bertekanan |
| 4.2 Memahami proses penyediaan udara bertekanan yang kering dan bersih. |
| 4.3 Menggambar rangkaian sistem pneumatik satu
silinder dengan menggunakan komponen-komponen pneumatik. |
| 4.4 Menggambar rangkaian kontrol listrik dengan
menggunakan komponen kontrol listrik. |
| 4.5 Menggambar rangkaian kontrol listrik dengan
menggunakan komponen kontrol listrik. |
| 4.6 Menggambar rangkaian pneumatik satu silinder
dengan menggunakan komponen- komponen pneumatik dan listrik |
| 4.7 Menggunakan konsep rangkaian logika pada
rangkaian elektropneumatik |
| 4.8 Merangkai dan menjalankan silinder dengan rangkaian pengunci. |
| 4.9 Merangkai dan menjalankan silinder dengan timer listrik dan sensor tekanan |
| 4.10 Merangkai dan menjalankan rangkaian elektropneumatik dengan menggunakan
vakuum generator |
| 4.11 Membuat rangkaian dan menjalankan mesin
elektropneumatik sederhana dengan menggunakan limit switch/ sensor proksimiti. |
| 4.12 Merangkai dan mengoperasikan rangkaian elektropneumatik dengan silinder lebih dari satu. |
| 4.13 Membuat dan mengoperasikan rangkaian
elektropneumatik dengan kontrol berurutan |
| 4.14 Melakukan evaluasi pada rangkaian pneumatik dan elektropneumatik |
| 4.15 Menunjukkan beberapa macam robot/mps dan
bagian-bagiannya. |
| 4.16 Melakukan pemeriksaan fungsi komponen-komponen yang digunakan pada robot. |
| 4.17 Menggunakan komponen-komponen yang layak untuk digunakan pada robot/mps. |
| 4.18 Menggambar diagram rangkaian robot/mps |
| 4.19 Menjalankan mesin sesuai prosedur dan melakukan tindakan pengamanan jika terjadi kegagalan operasi |
| 4.20 Merakit komponen-komponen menggunakan Peralatan yang sesuai dan dengan bantuan gambar
konstruksi, rangkaian pneumatic dan elektrik menjadi sebuah robot/mps.
|
| 4.21 Melakukan monitoring terhadap komponen mesin, sambungan kabel, alamat I/O kendali elektronik dan pasangan mekanik. |
| 4.22 Mengoperasikan robot/mps sesuai hasil rancangan program manual. |
| 4.23 Mengoperasikan robot/mps sesuai hasil rancangan program otomatis |
| 4.24 Menentukan sistem kontrol untuk sistem aplikasi robot mobile sesuai keperluan dan tujuan robot mobile |
| 4.25 Menentukan jenis sensor untuk sistem aplikasi robot mobile sesuai keperluan dan tujuan robot mobile |
| 4.26 Menentukan jenis actuator untuk sistem aplikasi robot mobile sesuai keperluan dan tujuan robot mobile |
| 4.27 Melakukan pemasangan dan perakitan komponenkomponen mobile robot sesuai manual instruksi atau data teknis |
| 4.28 Menerapkan tindakan pengamanan kegagalan
operasi mobile robot |
| 4.29 Melakukan troubleshoot pada modul dan komponen robot mobile |
| 4.30 Melakukan troubleshoot pada modul dan komponen robot mobile |
| 4.31 Membangun robot mobile untuk aplikasi industri |